Categories
Product Trivia Vybespedia

Ada Apa Dengan Instagram ?

Sebagai seorang Influencers, Engagement merupakan sebuah hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap eksistensi maupun feedback yang akan didapatkan. Akan tetapi, pasti kebanyakan dari kita pasti pernah mendapatkan rate Engagement maupun jumlah likes yang sedikit ketika kalian mengunggah konten baik itu konten feeds maupun konten IG Stories. Mungkin salah satu penyebab hal ini terjadi yaitu dikarenakan alogoritma feeds dan story Instagram tidak lagi kronologis atau berurutan sesuai dengan waktu kalian mengunggah konten dan hal inilah yang mengakibatkan tidak semua post pada hari tersebut dapat dilihat. Menurut laman Later.com, berikut merupakan informasi seputar algoritma Instagram di 2020.

Algoritma Instagram tidak berubah dari waktu ke waktu, namun selalu berubah karena data atau trend pengguna yang terus masuk dan diproses oleh Instagram. Sebelumnya, ada beberapa fakta yang perlu kamu ketahui dari algoritma Instagram, yaitu:

  1. Comment, like, share, dan view mempengaruhi posisi post-mu di feeds
  2. Foto dan video memiliki posisi yang setara; tidak ada format yang diutamakan
  3. Interaksi palsu (bot) tidak dihitung
  4. Panjang comment mempengaruhi besar engagement
  5. Setiap tipe account (personal atau bisnis) setara dan tidak ada tipe yang lebih diutamakan
  6. Posting 30 menit pertama tidak mempengaruhi posisi di feeds

Ada pula 5 faktor utama yang mempengaruhi algoritma di Instagram untuk feeds, yaitu:

  1. Interest: Instagram memprioritaskan tipe post yang banyak di-like, comment, atau save oleh pengguna; mengikuti perilaku penggunanya. Jika seseorang menyukai banyak foto traveling atau fashion, maka konten tersebut lah yang akan muncul lebih dulu di feeds.
  2. Relation: Melalui interaksi dari likes, tagged photos, dan DM, Instagram berusaha memunculkan post dari orang-orang terdekat si pengguna, bahkan orang yang dikenal di dunia nyata.
  3. Time: Instagram selalu ingin menyajikan konten terbaru dan paling menarik untuk penggunanya, sehingga yang menjadi pertimbangan adalah sudah berapa lama sebuah konten di-post.
  4. Frequency of Use: Instagram mengikuti frekuensi pengguna saat mengakses aplikasinya. Jika pengguna jarang membuka Instagram, maka feeds hanya menyajikan highlight atau post menarik yang ingin dilihat oleh pengguna. Jika pengguna sering membuka Instagram, maka konten yang disajikan akan lebih kronologis karena Instagram berupaya menampilkan konten terbaru.
  5. Following: Jumlah following pengguna mempengaruhi jumlah post yang dilihat. Semakin banyak akun yang di-follow, Instagram memiliki semakin banyak opsi dan mengkurasi konten yang bisa disajikan untuk pengguna, sehingga pengguna tidak bisa melihat semua post dari akun yang di-follow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *